dicari loker.blogspot.com
Serba-Serbi
Serba-Serbi semua ada Disini dicariloker
1txt
Cara Bersihkan Injektor Motor
Cara Bersihkan Injektor Motor

Untuk menjaga kondisinya agar tetap baik, injektor wajib dibersihkan setiap interval 10.000 km sekali. Tujuannya untuk menghilangkan endapan karbon sisa pembakaran.
Injektor harus rutin dibersihkan, jika tidak, tarikan motor bisa tersendat, karena semprotan bensin dari injektor terhalang kotoran," kata Suryo, mekanik Yamaha Flagship Shop, Cempaka Putih, Jakarta Pusat,
1.Injector Tester & Cleaner
Cara membersihkan injektor pakai metode ini agak sedikit rumit dan butuh waktu. Sebab injektor motor harus dilepas dulu. Selanjutnya, di atas mesin injector tester & cleaner, Injektor mensimulasikan semprotan bensin sesuai tekanan standar. Kalau debit semprotan berkurang, berarti injektor kotor dan ada sumbatan pada hole.
Supaya terlihat perbedaannya, semprotan injektor yang kotor dibandingkan dengan semprotan injektor yang bersih. "Jika diameter (hasil) semprotan injektornya kecil atau tidak membentuk lingkaran, berarti injektornya kotor," terang Suryo.
Jika sudah ketahuan kotor, injektor bisa dibersihkan langsung, dengan cara merendamnya di cairan pembersih. Agar terlihat hasilnya, akan dilakukan kembali simulasi penyemprotan injektor di mesin injector tester & cleaner.
2.Campur dengan Bahan Bakar
Cara membersihkan injektor pakai metode ini adalah yang paling mudah. Tinggal menuang cairan carbon cleaner ke tangki supaya tercampur bahan bakar. "Nama cairannya Yamaha Carbon Cleaner. Isinya 75 ml bisa untuk campuran 3,5 sampai 5 liter bensin," jelas Suryo.
Menurut anjuran, cairan ini harus dituang setiap 3.000 km sekali. Kelebihannya, selain bisa mengurangi endapan karbon di injektor, juga bisa membersihkan intake dan ruang bakar.
3.Metode Infus/ FI Cleaner
Cara selanjutnya pakai metode FI Cleaner. Berbeda dengan injector tester & cleaner dan Carbon Cleaner, metode infus membersihkan langsung injektor. Metodenya dengan di-inject langsung menggunakan perangkat mirip infus.
"Injektor diinfus dengan cairan pembersih bernama MTR berkapasitas 50 cc," kata Suryo.
Prosesnya tidak terlalu rumit dan juga tidak terlalu sederhana. Caranya, lepas tangki, lepas selang bahan bakar penghubung ke injektor, lalu ganti dengan infus yang terhubung dengan tabung berisi cairan carbon cleaner MTR.
Setelah itu tabung ditekan dengan angin dari kompresor agar cairan masuk ke injektor dan ruang bakar untuk melakukan pembersihan.
Tekanan angin yang dibutuhkan sendiri berkisar 39-42 psi.
Kemudian mesin akan dibiarkan menyala sambil digas. Metode ini kurang lebih memakan waktu 5 menit sampai cairan pembersih injektor habis dan motor mati dengan sendirinya.
Dari ketiga cara tersebut, menuangkan cairan carbon cleaner ke tangki bahan bakar jadi yang paling gampang. Biayanya juga tergolong murah. Harga carbon cleaner paling murah dibanderol mulai Rp 30 ribuan.
Dedak sebagai pakan alternative Ternak Lele
Dedak sebagai pakan alternative Ternak Lele
Penyebab Mesin Mobil Mati Mendadak
Penyebab Mesin Mobil Mati Mendadak:
Cara Menangani Mobil Mogok
Cara Menangani Mobil Mogok
Apabila mobil mogok di jalan, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Berikut ini beberapa cara memperlakukan mobil yang mogok di jalan.
- Arahkan Mobil ke Pinggir atau Bahu Jalan
Agar tidak mengganggu jalannya lalu lintas, pinggirkan mobil Anda ke bahu jalan. Apabila mobil telah mengalami tanda-tanda kerusakan sebelumnya, Anda dapat meminggirkannya dengan menyetir. Tetapi jika mobil tiba-tiba berhenti, Anda dapat meminta bantuan orang lain untuk mendorongnya.
Hal ini selain menghindari kemacetan atau gangguan lalu lintas, juga dilakukan demi keselamatan. Proses perbaikan mobil akan lebih aman apabila dilakukan di pinggir atau bahu jalan.
- Menyalakan Lampu Hazard
Lampu hazard merupakan sinyal bahwa mobil sedang berada dalam keadaan darurat. Pada mobil mogok, sinyal ini berfungsi untuk memberi sinyal kepada pengemudi lain bahwa mobil sedang bermasalah sehingga mereka dapat berhati-hati saat melintas.
- Cek Lampu Indikator
Lampu indikator pada layar pengemudi biasanya akan memberikan sinyal penyebab mobil mogok. Lihatlah lampu indikator tersebut, kemudian periksalah kemungkinan komponen yang mengalami kerusakan.
- Cek pada bagian yang mengalami kerusakan
Setelah mengetahui bagian yang bermasalah dari lampu indikator, periksalah bagian tersebut.
Misalnya, apabila indikator menyimbolkan oli yang habis, maka Anda harus segera mengisinya lagi. Jika mengindikasikan karburator rusak, maka segeralah hubungi pihak bengkel resmi terdekat.
Namun, jika lampu indikator menunjukkan mesin overheat, tunggulah sebentar. Periksalah radiator, kemudian masukkan coolant agent untuk membantu menurunkan suhu pada mesin.
Cara Mencegah Mobil Mogok
Penyebab mobil mogok memang sangat banyak, tapi bukan berarti hal tersebut tidak dapat dihindari.
Berbagai cara dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya mobil mogok. Beberapa hal di bawah ini dapat Anda lakukan secara rutin agar mobil tetap aman digunakan untuk berkendara.
- Service Mobil Rutin
Cek kondisi mobil Anda secara rutin untuk menikmati berkendara yang nyaman. Perawatan pada keseluruhan komponen mobil dapat dilakukan di bengkel resmi, dan idealnya dilakukan secara rutin. Anda juga dapat meminta untuk mengganti oli mesin dan tune up secara rutin.
- Panaskan Mesin Sebelum Digunakan
Jangan lupa untuk memanaskan mesin mobil Anda sebelum digunakan untuk berkendara. Hal ini dilakukan agar performa mesin dapat maksimal ketika mobil dijalankan. Meskipun jarang menggunakan mobil, Anda tetap harus rutin memanaskan mesin untuk menjaga kinerjanya.
- Selalu Cek Bahan Bakar
Mengecek ketersediaan bahan bakar pada mobil merupakan hal yang mutlak dan wajib dilakukan. Jangan sampai mobil Anda mogok hanya karena kurangnya bahan bakar. Pastikan bahan bakar mobil Anda cukup untuk digunakan selama perjalanan.
- Memiliki Nomor Bengkel Langganan
Untuk berjaga-jaga akan adanya masalah, Anda hendaknya menyimpan nomor telepon kantor atau pegawai bengkel langganan pada ponsel.
Ini akan membantu Anda di saat-saat darurat. Anda dapat menghubungi mereka untuk datang, atau jika jauh mintalah arahan apa yang harus dilakukan.
Cara Budidaya BELUT
BUDIDAYA BELUT DI DRUM BAGI PEMULA
- Tanah Lumpur kering
- Kompos
- Jerami
- Air bebas pencemaran
- Mikro organisme
- Pupuk TSP
- Tanaman eceng gondok
Tahapan Ternak BELUT
BUDIDAYA BELUT DI DRUM BAGI PEMULA
- Tanah Lumpur kering
- Kompos
- Jerami
- Air bebas pencemaran
- Mikro organisme
- Pupuk TSP
- Tanaman eceng gondok
KOlam LELE Sebelum Tebar BIBIT
FERMENTASI AIR KOLAM SEBELUM TEBAR BENIH LELE
Pendahuluan Persiapan kolam dan air kolam dalam budidaya lele, yaitu sebelum kita melakukan tebar bibit adalah mutlak dilakukan. Jika kolam yang anda pakai adalah kolam yang masih baru, atau yang masih pertama kali anda gunakan, maka sebaiknya saat anda pertama kali mengisi kolam tersebut, jangan langsung memasukkan bibit.
Hal ini karena kolam yang baru masih banyak mengandung bahan-bahan berbahaya bagi keselamatan ikan, terutama untuk kolam yang menggunakan bahan dari terpal, atau dari tembok. Yang ditakutkan jika kita menggunakan kolam dari bahan terpal, maka masih ada sisa bahan kimia dalam proses pembuatannya. Atau jika kita menggunakan kolam tembok, maka masih ada sisa dari semen atau bahan bangunan lain yang digunakan untuk membangun kolam tersebut. Tetapi jika kolam tanah yang akan anda gunakan, mungkin kondisinya akan lebih aman daripada kedua jenis kolam lain yang sudah saya sebutkan sebelumnya, tetapi meskipun demikian, lebih baik jika kita tetap waspada.
Jadi setidaknya kita harus mengisi kolam sampai batas dimana kita akan mengisi air kolam nantinya. Lalu air yang ada di kolam tersebut akan kita diamkan selama beberapa hari, setelah itu kita akan buang air tersebut. Setelah proses ini selesai, sebaiknya kita mengecek kembali kondisi dari kolam tersebut, jika masih belum cukup bersih maka kita bisa mengulang proses pengisian kolam ini lagi, tetapi jika sudah bersih dan sudah tidak ada bau bahan kimia, atau bahan bangunan, maka kolam kita sudah bisa dikatakan siap pakai.
Setelah kondisi kolam kita sudah mulai steril, maka saat itu kita siap untuk menyiapkan air untuk proses budidaya selanjutnya. Air kolam budidaya perlu kita siapkan, karena air yang masih baru saja dimasukkan ke dalam kolam tidak bisa secara langsung diisikan bibit lele. Karena jika sampai hal ini dilakukan, maka kemungkinan besar bibit yang kita masukkan tersebut akan segera mati, dan kemungkinan tingkat kematiannya akan sangat parah, dan tidak menutup kemungkinan akan sampai menghabiskan seluruh bibit lele yang ditebarkan tersebut. hal ini karena air yang digunakan oleh bibit lele di kolam asalnya adalah air yang sudah lama, dan sudah beradaptasi dengan kondisi bibit lele, jadi saat ikan lele dipindahkan ke kolam baru dengan kondisi air yang masih sangat bersih, atau air yang masih mengandung kaporit (clorin) yang tinggi, maka bibit tersebut akan kaget, sehingga membuat mereka tidak nyaman dengan kondisi kolam yang baru, karena itu maka bibit tersebut akan menjadi stress, sehingga hal itu akan memicu kematian masal dari bibit yang baru saja kita tebarkan.
Sebaiknya setelah kita selesai mengisi kolam, kita biarkan dulu air tersebut setidaknya selama seminggu atau lebih. Dalam proses menunggu tersebut kita bisa mengisi kolam dengan pupuk kandang, sehingga bisa memperkaya kandungan pakan alami ikan yang ada di dalam kolam. Selain pupuk kandang saya dulu juga pernah hanya menggunakan bekatul atau dedak, sebagai biang untuk menghasilkan pakan alami bibit lele di dalam kolam. Untuk hasilnya memang tidak sebagus pupuk kandang, tetapi setidaknya cara tersebut bisa digunakan, yaitu pada saat kita kesulitan untuk mendapatkan pupuk kandang. Biasanya kondisi kolam yang sudah terdapat banyak pakan alaminya, akan terdapat banyak jentik nyamuknya, karena jentik nyamuk juga akan memakan plankton yang ada di dalam kolam, sehingga jentik nyamuk tersebut dapat kita gunakan sebagai indikator.
Setidaknya setelah seminggu kita mengisi air kolam, maka kita bisa untuk mulai menebarkan bibit lele. Sebenarnya, jika kita menunggu sedikit lebih lama lagi, maka kondisi kolam akan semakin sempurna, tetapi yang jadi masalah biasanya jentik nyamuk yang sudah ada di dalam kolam, akan segera menjadi nyamuk, sehingga bisa membuat serangan nyamuk yang parah disekitar kolam.
Syarat hidup ikan (lele)
Sudаh banyak informasi dаrі sana sini baik dі buku maupun dі dunia maya bаhwа kunci utama dalam beternak ikan khususnya lele аdаlаh air уаng dі gunakan ѕеbаgаі media hidup. Maka dаrі іtu ѕеbеlum kita melangkah lebih jauh mengenai pengelolaan air kita harus mengetahui syarat hidup ikan lele terlebih dahulu supaya kita dараt menentukan cara untuk memenuhi segala persyaratan minimal media hidup lele уаng meliputi ѕеbаgаі bеrіkut :
· Ikan lele dapat hidup pada suhu 20*C dengan suhu optimal antara 25-28*C. Adapun untuk pertumbuhan larva diperlukan kisaran suhu antara 26-30*C dan untuk pemijahan 24-28*C.
· Ikan lele dapat hidup dalam perairan agak tenang dan kedalamannya cukup sekalipun kondisi airnya jelek, keruh, kotor dan miskin zat O2 (oksigen)
· Perairan tidak boleh tercemar oleh bahan kimia limbah industri, merkuri, atau mengandung kadar minyak dan bahan lainnya yang dapat mematikan ikan.
· Perairan yang banyak mengandung zat-zat yang dibutuhkan ikan dan bahan makanan alami perairan tersebut bukan perairan yang rawan banjir.
· Permukaan perairan tidak boleh tertutup rapat oleh sampah atau daundaunan hidup, seperti eceng gondok.
· mempunyai pH 6.5-9 kesadahan (derajat butiran kasar) maksimal 100 ppm dan optimal 50 ppm, turbidity (kekeruhan) bukan lumpur antara 30-60 cm, 3 kebutuhan o2 optimal pada range yang cukup lebar dari 0.3 ppm untuk yang dewasa sampai jenuh untuk burayak, dan kandungan CO2 kurang dari 12,8 mg/liter, amonium terikat 147,29-157.56 mg/liter .
Dari hal hal yang telah kita ketahui di atas supaya lele yang kita budidaya dapat hidup dengan baik, sehat, serta tumbuh dan memberikan hasil yang maksimal alangkah baiknya kita lakukan proses fermentasi air kolam terlebih dahulu sebelum menebar benih. Hal ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan minimal yang telah di sebutkan di atas.
Keuntungan fermentasi air kolam sebelum di tebar benih
· Lele dapat hidup lebih sehat lincah dan nafsu makan tinggi.
· Tingkat kehidupan ikan lele tinggi.
· Air lebih steril dan bersih karena terjadi penguraian racun dan parasit yang merugikan.
· Lele dapat tumbuh maksimal
· Meningkatkan kekebalan tubuh lele dari serangan penyakit
· PH air dan suhu menjadi stabil karena terjadi proses fermentasi
· Air kolam tidak berbau
· Mengurai feses atau sisa makanan (pelet) sehingga dapat di makan kembali
· Kolam terlihat alami
Berikut adalah cara melakukan fermentasi kolam untuk media hidup Bahan:
· Kotoran Sapi, Kambing, atau Kerbau 1 kg / m2
· Probiotik Starbio F9 dengan dosis 5 ml / m2 (5 ml = 1 tutup botol)
· Air secukupnya
Cara :
· Isi kolam terlebih dahulu dengan menggunakan air yang akan di lakukan proses fermentasi. air yang di gunakan bebas hal ini di karenakan banyak asumsi di masyarakat bahwa menggunakan air dari sumber tertentu tidak cocok. Dengan adanya proses fermentasi inilah yang dapat membuat air menjadi baik di gunakan untuk beternak lele karena terjadi proses fermentasi yang bertujuan untuk mengurai racun serta parasit yang mengganggu dan menetralisir PH serta suhu.
· Campurkan kotoran sapi, kambing atau kerbau dan probiotik Starbio F9 sesuai dosis ke dalam wadah dan beri air secukupnya.
· Tuangkan campuran ke dalam kolam secara merata.
· Biarkan 3 - 7 hari untuk proses fermentasi
Tanda - tanda air kolam siap di tebar benih :
· Air terlihat gelap bening kecoklatan atau kehitaman dan kotoran mengendap di dasar kolam
· Terdapat banyak mikroorganisme yang hidup seperti jentik-jentik, kutu air (daphia), cacing darah, plankton dll sebagai makanan alami ikan.
PERSIAPAN AIR KOLAM SEBELUM TEBAR BENIH LELE
FERMENTASI AIR KOLAM SEBELUM TEBAR BENIH LELE
Pendahuluan Persiapan kolam dan air kolam dalam budidaya lele, yaitu sebelum kita melakukan tebar bibit adalah mutlak dilakukan. Jika kolam yang anda pakai adalah kolam yang masih baru, atau yang masih pertama kali anda gunakan, maka sebaiknya saat anda pertama kali mengisi kolam tersebut, jangan langsung memasukkan bibit.
Hal ini karena kolam yang baru masih banyak mengandung bahan-bahan berbahaya bagi keselamatan ikan, terutama untuk kolam yang menggunakan bahan dari terpal, atau dari tembok. Yang ditakutkan jika kita menggunakan kolam dari bahan terpal, maka masih ada sisa bahan kimia dalam proses pembuatannya. Atau jika kita menggunakan kolam tembok, maka masih ada sisa dari semen atau bahan bangunan lain yang digunakan untuk membangun kolam tersebut. Tetapi jika kolam tanah yang akan anda gunakan, mungkin kondisinya akan lebih aman daripada kedua jenis kolam lain yang sudah saya sebutkan sebelumnya, tetapi meskipun demikian, lebih baik jika kita tetap waspada.
Jadi setidaknya kita harus mengisi kolam sampai batas dimana kita akan mengisi air kolam nantinya. Lalu air yang ada di kolam tersebut akan kita diamkan selama beberapa hari, setelah itu kita akan buang air tersebut. Setelah proses ini selesai, sebaiknya kita mengecek kembali kondisi dari kolam tersebut, jika masih belum cukup bersih maka kita bisa mengulang proses pengisian kolam ini lagi, tetapi jika sudah bersih dan sudah tidak ada bau bahan kimia, atau bahan bangunan, maka kolam kita sudah bisa dikatakan siap pakai.
Setelah kondisi kolam kita sudah mulai steril, maka saat itu kita siap untuk menyiapkan air untuk proses budidaya selanjutnya. Air kolam budidaya perlu kita siapkan, karena air yang masih baru saja dimasukkan ke dalam kolam tidak bisa secara langsung diisikan bibit lele. Karena jika sampai hal ini dilakukan, maka kemungkinan besar bibit yang kita masukkan tersebut akan segera mati, dan kemungkinan tingkat kematiannya akan sangat parah, dan tidak menutup kemungkinan akan sampai menghabiskan seluruh bibit lele yang ditebarkan tersebut. hal ini karena air yang digunakan oleh bibit lele di kolam asalnya adalah air yang sudah lama, dan sudah beradaptasi dengan kondisi bibit lele, jadi saat ikan lele dipindahkan ke kolam baru dengan kondisi air yang masih sangat bersih, atau air yang masih mengandung kaporit (clorin) yang tinggi, maka bibit tersebut akan kaget, sehingga membuat mereka tidak nyaman dengan kondisi kolam yang baru, karena itu maka bibit tersebut akan menjadi stress, sehingga hal itu akan memicu kematian masal dari bibit yang baru saja kita tebarkan.
Sebaiknya setelah kita selesai mengisi kolam, kita biarkan dulu air tersebut setidaknya selama seminggu atau lebih. Dalam proses menunggu tersebut kita bisa mengisi kolam dengan pupuk kandang, sehingga bisa memperkaya kandungan pakan alami ikan yang ada di dalam kolam. Selain pupuk kandang saya dulu juga pernah hanya menggunakan bekatul atau dedak, sebagai biang untuk menghasilkan pakan alami bibit lele di dalam kolam. Untuk hasilnya memang tidak sebagus pupuk kandang, tetapi setidaknya cara tersebut bisa digunakan, yaitu pada saat kita kesulitan untuk mendapatkan pupuk kandang. Biasanya kondisi kolam yang sudah terdapat banyak pakan alaminya, akan terdapat banyak jentik nyamuknya, karena jentik nyamuk juga akan memakan plankton yang ada di dalam kolam, sehingga jentik nyamuk tersebut dapat kita gunakan sebagai indikator.
Setidaknya setelah seminggu kita mengisi air kolam, maka kita bisa untuk mulai menebarkan bibit lele. Sebenarnya, jika kita menunggu sedikit lebih lama lagi, maka kondisi kolam akan semakin sempurna, tetapi yang jadi masalah biasanya jentik nyamuk yang sudah ada di dalam kolam, akan segera menjadi nyamuk, sehingga bisa membuat serangan nyamuk yang parah disekitar kolam.
Syarat hidup ikan (lele)
Sudаh banyak informasi dаrі sana sini baik dі buku maupun dі dunia maya bаhwа kunci utama dalam beternak ikan khususnya lele аdаlаh air уаng dі gunakan ѕеbаgаі media hidup. Maka dаrі іtu ѕеbеlum kita melangkah lebih jauh mengenai pengelolaan air kita harus mengetahui syarat hidup ikan lele terlebih dahulu supaya kita dараt menentukan cara untuk memenuhi segala persyaratan minimal media hidup lele уаng meliputi ѕеbаgаі bеrіkut :
· Ikan lele dapat hidup pada suhu 20*C dengan suhu optimal antara 25-28*C. Adapun untuk pertumbuhan larva diperlukan kisaran suhu antara 26-30*C dan untuk pemijahan 24-28*C.
· Ikan lele dapat hidup dalam perairan agak tenang dan kedalamannya cukup sekalipun kondisi airnya jelek, keruh, kotor dan miskin zat O2 (oksigen)
· Perairan tidak boleh tercemar oleh bahan kimia limbah industri, merkuri, atau mengandung kadar minyak dan bahan lainnya yang dapat mematikan ikan.
· Perairan yang banyak mengandung zat-zat yang dibutuhkan ikan dan bahan makanan alami perairan tersebut bukan perairan yang rawan banjir.
· Permukaan perairan tidak boleh tertutup rapat oleh sampah atau daundaunan hidup, seperti eceng gondok.
· mempunyai pH 6.5-9 kesadahan (derajat butiran kasar) maksimal 100 ppm dan optimal 50 ppm, turbidity (kekeruhan) bukan lumpur antara 30-60 cm, 3 kebutuhan o2 optimal pada range yang cukup lebar dari 0.3 ppm untuk yang dewasa sampai jenuh untuk burayak, dan kandungan CO2 kurang dari 12,8 mg/liter, amonium terikat 147,29-157.56 mg/liter .
Dari hal hal yang telah kita ketahui di atas supaya lele yang kita budidaya dapat hidup dengan baik, sehat, serta tumbuh dan memberikan hasil yang maksimal alangkah baiknya kita lakukan proses fermentasi air kolam terlebih dahulu sebelum menebar benih. Hal ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan minimal yang telah di sebutkan di atas.
Keuntungan fermentasi air kolam sebelum di tebar benih
· Lele dapat hidup lebih sehat lincah dan nafsu makan tinggi.
· Tingkat kehidupan ikan lele tinggi.
· Air lebih steril dan bersih karena terjadi penguraian racun dan parasit yang merugikan.
· Lele dapat tumbuh maksimal
· Meningkatkan kekebalan tubuh lele dari serangan penyakit
· PH air dan suhu menjadi stabil karena terjadi proses fermentasi
· Air kolam tidak berbau
· Mengurai feses atau sisa makanan (pelet) sehingga dapat di makan kembali
· Kolam terlihat alami
Berikut adalah cara melakukan fermentasi kolam untuk media hidup Bahan:
· Kotoran Sapi, Kambing, atau Kerbau 1 kg / m2
· Probiotik Starbio F9 dengan dosis 5 ml / m2 (5 ml = 1 tutup botol)
· Air secukupnya
Cara :
· Isi kolam terlebih dahulu dengan menggunakan air yang akan di lakukan proses fermentasi. air yang di gunakan bebas hal ini di karenakan banyak asumsi di masyarakat bahwa menggunakan air dari sumber tertentu tidak cocok. Dengan adanya proses fermentasi inilah yang dapat membuat air menjadi baik di gunakan untuk beternak lele karena terjadi proses fermentasi yang bertujuan untuk mengurai racun serta parasit yang mengganggu dan menetralisir PH serta suhu.
· Campurkan kotoran sapi, kambing atau kerbau dan probiotik Starbio F9 sesuai dosis ke dalam wadah dan beri air secukupnya.
· Tuangkan campuran ke dalam kolam secara merata.
· Biarkan 3 - 7 hari untuk proses fermentasi
Tanda - tanda air kolam siap di tebar benih :
· Air terlihat gelap bening kecoklatan atau kehitaman dan kotoran mengendap di dasar kolam
· Terdapat banyak mikroorganisme yang hidup seperti jentik-jentik, kutu air (daphia), cacing darah, plankton dll sebagai makanan alami ikan.



