1txt

Cara Bersihkan Injektor Motor

 

Cara Bersihkan Injektor Motor

Cara Bersihkan Injektor Motor
Jakarta - Motor injeksi dibekali komponen injektor yang bertugas mengubah bensin menjadi partikel kabut. Kerja injektor sendiri dibantu oleh ECU (Electronic Control Unit).

Untuk menjaga kondisinya agar tetap baik, injektor wajib dibersihkan setiap interval 10.000 km sekali. Tujuannya untuk menghilangkan endapan karbon sisa pembakaran.

Injektor harus rutin dibersihkan, jika tidak, tarikan motor bisa tersendat, karena semprotan bensin dari injektor terhalang kotoran," kata Suryo, mekanik Yamaha Flagship Shop, Cempaka Putih, Jakarta Pusat,
"Pertama pakai mesin Yamaha Injector Tester, lalu ada cairan carbon cleaner yang dituang ke tangki, dan terakhir cairan MTR yang langsung 'disuntikkan' ke selang bensin," lanjut Suryo.
Lalu, apa saja beda ketiga metode pembersihan injektor tersebut? Mari kita simak satu-satu.

1.Injector Tester & Cleaner

Cara membersihkan injektor pakai metode ini agak sedikit rumit dan butuh waktu. Sebab injektor motor harus dilepas dulu. Selanjutnya, di atas mesin injector tester & cleaner, Injektor mensimulasikan semprotan bensin sesuai tekanan standar. Kalau debit semprotan berkurang, berarti injektor kotor dan ada sumbatan pada hole.

Supaya terlihat perbedaannya, semprotan injektor yang kotor dibandingkan dengan semprotan injektor yang bersih. "Jika diameter (hasil) semprotan injektornya kecil atau tidak membentuk lingkaran, berarti injektornya kotor," terang Suryo.

Jika sudah ketahuan kotor, injektor bisa dibersihkan langsung, dengan cara merendamnya di cairan pembersih. Agar terlihat hasilnya, akan dilakukan kembali simulasi penyemprotan injektor di mesin injector tester & cleaner.

2.Campur dengan Bahan Bakar

Cara membersihkan injektor pakai metode ini adalah yang paling mudah. Tinggal menuang cairan carbon cleaner ke tangki supaya tercampur bahan bakar. "Nama cairannya Yamaha Carbon Cleaner. Isinya 75 ml bisa untuk campuran 3,5 sampai 5 liter bensin," jelas Suryo.

Menurut anjuran, cairan ini harus dituang setiap 3.000 km sekali. Kelebihannya, selain bisa mengurangi endapan karbon di injektor, juga bisa membersihkan intake dan ruang bakar.

3.Metode Infus/ FI Cleaner

Cara selanjutnya pakai metode FI Cleaner. Berbeda dengan injector tester & cleaner dan Carbon Cleaner, metode infus membersihkan langsung injektor. Metodenya dengan di-inject langsung menggunakan perangkat mirip infus.

"Injektor diinfus dengan cairan pembersih bernama MTR berkapasitas 50 cc," kata Suryo.

Prosesnya tidak terlalu rumit dan juga tidak terlalu sederhana. Caranya, lepas tangki, lepas selang bahan bakar penghubung ke injektor, lalu ganti dengan infus yang terhubung dengan tabung berisi cairan carbon cleaner MTR.

Setelah itu tabung ditekan dengan angin dari kompresor agar cairan masuk ke injektor dan ruang bakar untuk melakukan pembersihan.
Tekanan angin yang dibutuhkan sendiri berkisar 39-42 psi.

Kemudian mesin akan dibiarkan menyala sambil digas. Metode ini kurang lebih memakan waktu 5 menit sampai cairan pembersih injektor habis dan motor mati dengan sendirinya.

Dari ketiga cara tersebut, menuangkan cairan carbon cleaner ke tangki bahan bakar jadi yang paling gampang. Biayanya juga tergolong murah. Harga carbon cleaner paling murah dibanderol mulai Rp 30 ribuan.



Dedak sebagai pakan alternative Ternak Lele

 

Dedak sebagai pakan alternative Ternak Lele

Dalam artikel ini kami ingin membahas Fermentasi Dedak Untuk Lele. 


 Dedak ialah limbah yang berasal dari pengolahan padi menjadi beras dengan kualitas beragam tergantung dari varietas padi yang digunakan.
 Dedak padi merupakan bagian dari kulit ari beras yang dihasilkan ketika proses pemutihan beras. Dedak padi telah sering digunakan untuk pakan ternak dan juga budidaya ikan lele karena mengandung nutrisi yang sangat tinggi, memiliki harga yang relatif murah, cukup mudah untuk didapat dan untuk menggunakan dedak ini juga tak bersaing dengan manusia. 
Produksi dedak padi di Indonesia sendiri terbilang amat tinggi yaitu dapat mencapai 4 ton setiap tahun dan dalam setiap kwintal padi dapat menghasilkan antara 18 sampai 20 gram dedak. 
Dedak menjadi bahan pakan yang sudah digunakan oleh sebagian besar peternak Indonesia yang sebagian besar pakannya berasal dari limbah agro industri. 
Dedak padi ini memiliki kelebihan yakni kandungan serat kasar yang amat tinggi yaitu mencapai 13.5% dan energi antara 1640 sampai 1890 kkal/kg. 
Namun dibalik kelebihannya, pakan yang terbuat dari dedak juga memiliki kekurangan yaitu asam amino terbilang rendah demikian pula dengan kandungan mineral dan juga vitamin dalam dedak.
 Pakan Lele Dedak Halus Pakan lele dedak halus ini merupakan variasi pakan pilihan yang sangat baik diberikan untuk meningkatkan proses pertumbuhan ikan lele terlebih dalam sistem budidaya ikan lele organik.
 Dalam pakan dedak halus untuk ikan lele ini mengandung banyak nutrisi, mineral dan juga vitamin yang sangat dibutuhkan dalam budidaya ikan lele secara sederhana.
 kandungan Fermentasi Dedak Untuk Lele Selain membuat pakan ikan lele dari dedak halus, cara lain dalam membuat pakan ikan lele yakni dengan fermentasi dedak.
 Fermentasi dedak ini memiliki keunggulan yaitu lebih awet pada saat disimpan dan juga dapat meningkatkan kandungan nutrisi dalam pakan dedak tersebut serta baik untuk mencegah penyakit pada ikan lele. Selain itu, dedak padi fermentasi ini dapat menurunkan kadar asam fitat dalam dedak padi sehingga pengaplikasiannya dapat lebih maksimal. 
Asam fitat ini dapat terikat bersama dengan mineral, protein dan juga pati yang kemudian menyusun garam atau senyawa kompleks sehingga kandungan mineral, protein dan juga pati dalam pakan dapat lebih maksimal. 
 Tujuan dari fermentasi ini yakni untuk memecah kandungan serat, protein dan juga karbohidrat menjadi senyawa sederhana yang juga dapat dihasilkan dengan menggunakan bakteri, ragi, fungi maupun kombinasi dari ketiga bahan tersebut dalam keadaan tertutup atau anaerobik.

Penyebab Mesin Mobil Mati Mendadak

 Penyebab Mesin Mobil Mati Mendadak: 


Solusi dan Cara Mengatasinya Ilustrasi Accu Mobil.
Jika Anda jarang merawat mobil, maka salah satu konsekuensi yang akan Anda peroleh adalah mobil akan kerap tiba-tiba mogok. Lebih buruk, jika mobil Anda tiba-tiba mati di tengah perjalanan. Maka mari kenali beberapa penyebab kenapa mobil kerap berhenti tiba-tiba:
1.Mesin Terlalu Panas
 Dijelaskan Carfromjapan ini adalah salah satu alasan paling umum mengapa mobil tiba-tiba berhenti. Saat bahan bakar terbakar, energi kimia diubah menjadi energi panas. Mesin selanjutnya mengubahnya menjadi energi mekanik yang menggerakkan bagian-bagian mobil. Dalam kasus ketika panas di ruang mesin ini melampaui batas normal, ia mulai melelehkan piston dan itu bukan pertanda baik.
 2. Konverter Katalitik Tersedak
Konverter katalitik adalah bagian vital dari sistem pembuangan. Ini memainkan peran utama dalam menjaga knalpot tetap jernih. Jika ada banyak kotoran dalam bahan bakar daripada yang bisa ditangani konverter, ia akan tersedak dan berhenti bekerja, sehingga mobil akan mogok.
 3. Tangki Bahan Bakar Kosong
 Jika Anda berkendara tanpa memperhatikan pengukur bahan bakar Anda, ada kemungkinan bahan bakar Anda akan habis dan Anda akan terdampar di sisi jalan. Karena itu, sudah menjadi kebiasaan untuk memeriksa pengukur bahan bakar Anda setidaknya sekali selama perjalanan harian Anda.
 4. Masalah Alternator
 Sebuah alternator bertanggung jawab untuk mengelola pasokan listrik di kendaraan Anda. Jika mobil Anda tiba-tiba berhenti berjalan, mungkin saja alternatornya rusak. Alternator yang salah akan memotong pasokan daya ke komponen-komponen mobil vital dan Anda akan melihat lampu mati di dasbor atau mesin tiba-tiba kehilangan daya.
5. ECU bermasalah
 Mobil modern dilengkapi dengan ECU, yang merupakan komputer kecil yang mengarahkan berbagai sistem dan fungsi mobil. Dilansir Mechanic Base, jika ada masalah dengan ECU mobil, Anda dapat kehilangan daya di mobil Anda. Biasanya, masalah dengan ECU mobil ditunjukkan oleh Lampu Periksa Engine yang menyala di dasbor mobil Anda. Setelah lampu ini menyala, tugas Anda adalah membawa kendaraan ke mekanik terdekat dan mendapatkan diagnosis yang tepat. Jika Anda terus mengabaikan Check Engine Light, mobil Anda akan terus mengalami masalah. ECU Anda akan gagal dan mobil akan mati saat mengemudi. Lebih lanjut, ECU bukanlah komponen yang dapat Anda perbaiki sendiri. Anda perlu menyewa jasa mekanik profesional untuk keluar dari masalah ECU.
6. Masalah Sistem Pengapian
 Sistem pengapian mobil memasok daya ke mesin untuk menjalankan. Jika sistem memburuk, mesin Anda akan berhenti tiba-tiba. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mencoba memutar kunci kontak mobil Anda lagi. Jika itu masih tidak menghidupkan mesin, maka Anda pasti mengalami kegagalan sistem pengapian. Anda harus berkonsultasi dengan mekanik untuk masalah seperti itu paling cepat. Namun, mungkin komponen kecil seperti relay pengapian yang rusak. Relay cukup kecil tetapi memiliki tugas penting untuk mengendalikan jumlah listrik yang melewatinya.
 7. Baut Mesin Longgar
Meskipun itu tidak sering terjadi, tetapi kadang-kadang baut terasa longgar. Perawatan mesin yang tidak tepat dapat menyebabkan banyak masalah. Jika baut mesin longgar, mesin akan mulai bergetar dan akhirnya mulai tidak berfungsi. Keausan yang dilalui mesin saat mengemudi, dapat menyebabkan sekrup yang lepas akhirnya terlepas. Mesin pasti akan hancur sendiri dan berhenti dalam kasus itu.

Cara Menangani Mobil Mogok

 


Cara Menangani Mobil Mogok

Apabila mobil mogok di jalan, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Berikut ini beberapa cara memperlakukan mobil yang mogok di jalan.

  • Arahkan Mobil ke Pinggir atau Bahu Jalan

Agar tidak mengganggu jalannya lalu lintas, pinggirkan mobil Anda ke bahu jalan. Apabila mobil telah mengalami tanda-tanda kerusakan sebelumnya, Anda dapat meminggirkannya dengan menyetir. Tetapi jika mobil tiba-tiba berhenti, Anda dapat meminta bantuan orang lain untuk mendorongnya.

Hal ini selain menghindari kemacetan atau gangguan lalu lintas, juga dilakukan demi keselamatan. Proses perbaikan mobil akan lebih aman apabila dilakukan di pinggir atau bahu jalan.

  • Menyalakan Lampu Hazard

Lampu hazard merupakan sinyal bahwa mobil sedang berada dalam keadaan darurat. Pada mobil mogok, sinyal ini berfungsi untuk memberi sinyal kepada pengemudi lain bahwa mobil sedang bermasalah sehingga mereka dapat berhati-hati saat melintas.

  • Cek Lampu Indikator

Lampu indikator pada layar pengemudi biasanya akan memberikan sinyal penyebab mobil mogok. Lihatlah lampu indikator tersebut, kemudian periksalah kemungkinan komponen yang mengalami kerusakan.

  • Cek pada bagian yang mengalami kerusakan

Setelah mengetahui bagian yang bermasalah dari lampu indikator, periksalah bagian tersebut.

Misalnya, apabila indikator menyimbolkan oli yang habis, maka Anda harus segera mengisinya lagi. Jika mengindikasikan karburator rusak, maka segeralah hubungi pihak bengkel resmi terdekat.

Namun, jika lampu indikator menunjukkan mesin overheat, tunggulah sebentar. Periksalah radiator, kemudian masukkan coolant agent untuk membantu menurunkan suhu pada mesin.

Cara Mencegah Mobil Mogok

Penyebab mobil mogok memang sangat banyak, tapi bukan berarti hal tersebut tidak dapat dihindari.

Berbagai cara dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya mobil mogok. Beberapa hal di bawah ini dapat Anda lakukan secara rutin agar mobil tetap aman digunakan untuk berkendara.

  • Service Mobil Rutin

Cek kondisi mobil Anda secara rutin untuk menikmati berkendara yang nyaman. Perawatan pada keseluruhan komponen mobil dapat dilakukan di bengkel resmi, dan idealnya dilakukan secara rutin. Anda juga dapat meminta untuk mengganti oli mesin dan tune up secara rutin.

  • Panaskan Mesin Sebelum Digunakan

Jangan lupa untuk memanaskan mesin mobil Anda sebelum digunakan untuk berkendara. Hal ini dilakukan agar performa mesin dapat maksimal ketika mobil dijalankan. Meskipun jarang menggunakan mobil, Anda tetap harus rutin memanaskan mesin untuk menjaga kinerjanya.

  • Selalu Cek Bahan Bakar

Mengecek ketersediaan bahan bakar pada mobil merupakan hal yang mutlak dan wajib dilakukan. Jangan sampai mobil Anda mogok hanya karena kurangnya bahan bakar. Pastikan bahan bakar mobil Anda cukup untuk digunakan selama perjalanan.

  • Memiliki Nomor Bengkel Langganan

Untuk berjaga-jaga akan adanya masalah, Anda hendaknya menyimpan nomor telepon kantor atau pegawai bengkel langganan pada ponsel.

Ini akan membantu Anda di saat-saat darurat. Anda dapat menghubungi mereka untuk datang, atau jika jauh mintalah arahan apa yang harus dilakukan.

Cara Budidaya BELUT

 BUDIDAYA BELUT DI DRUM BAGI PEMULA


Usaha budidaya belut dengan media di dalam drum adalah salah satu cara mensiasati ketersediaan lahan ketika pemilihan kolam terpal dirasa sangat merepotkan dan harus punya lokasi yang terbuka.
Belut dibudidayakan untuk tujuan konsumsi yang mana sudah tidak asing lagi bahwa banyak masyarakat begitu menyukai aneka olahan dari hewan air yang terkenal licin ini.
Secara langsung membudidayakan belut berarti telah membuka 3 peluang usaha sekaligus yaitu:
·       Beternak belut dan pembibitan
·       Menjual belut siap konsumsi
·       Membuka usaha aneka olahan belut
Cara membudidayakan belut dengan media drum
Pada umumnya beternak belut yang seringkali dijumpai adalah dengan menggunakan media kolam terpal ataupun di sawah.
Secara mendasar cara beternak belut, cara pembibitan serta proses pemijahannya tidak berbeda antara media drum, kolam terpal maupun di kolam sawah hanya saja dari ketiganya memiliki kelebihan dan kekurang dari sektor ketersediaan lahan atau tempatnya.
Persiapan dan peralatan budidaya belut menggunakan drum
Berikut ini adalah beberapa tahap yang perlu dipersiapkan untuk memulai praktek ternak belut dan bahan bahan yang dibutuhkan.
#1 Membuat media yang cocok untuk belut
Media ini sangat berperan penting sebagai tempat tinggal dan pertumbuhan belut mulai bibit hingga siap panen agar tidak mengalami kendala sehingga diupayakan semirip mungkin dengan kondisi di alam liar.
Bahan apa saja yang harus disediakan untuk media ternak belut agar bisa tumbuh dengan bagus dan optimal adalah sebagai berikut:
  •      Tanah Lumpur kering
  •        Kompos
  •        Jerami
  •        Air bebas pencemaran
  •      Mikro organisme
  •      Pupuk TSP
  •     Tanaman eceng gondok
Jerami di letakkan pada bagian dasar drum dengan ketebalan antara 20 hingga 40 cm kemudian disiram secara merata menggunakan bibit mikroorganisme starter di atasnya.
Kompos adalah lapisan berikutnya dengan ketebalan hingga 5 cm yang kemudian di tutup dengan lumpur kering yang sebelumnya telah dicampur bersama pupuk TSP sebanyak kurang lebih 5kg sampai setebal 25 cm.
Alirkan air hingga menggenangi media keseluruhan sampai setinggi kurang lebih 20 cm di atas permukaan lapisan lumpur.
Kemudian tanaman eceng gondok bisa mulai diletakkan sebagai tempat sembunyi serta tumbuhnya mikroorganisme alami lainnya.

#2 Mempersiapkan bibit belut
Perlu diperhatikan bahwa media yang sudah dipersiapkan sebelumnya tadi agar dilakukan pengendapan hingga beberapa hari yang bertujuan agar terjadi fermentasi secara alami.
Untuk mendapatkan media yang sempurna hingga telah ditumbuhi plankton, cacing, serta jentik lainnya, maka ini merupakan pakan alami yang bisa didapatkan setelah media mengendap biasanya sampai 2 minggu.
Barulah bibit belut bisa dimasukkan dan kapasitas untuk media seukuran drum normal maka akan menampung antara 300 hingga 500 ekor bibit belut.
Belut memang memiliki sifat kanibal namun hal ini tidak akan terjadi pada belut yang masih berusia hingga 8  sampai 10 bulan dengan catatan pemberian pasokan pakan tetap terpenuhi.
#3 Perawatan rutin
Untuk perawatan yang paling penting adalah memperhatikan kualitas media nya terutama air.
Bibit belut memiliki pH 5-7, jadi selama masa pertumbuhan akan terjadi perubahan air menjadi basa didalam drum, air basa akan tampak merah kecoklatan, penyebabnya adalah akibat menumpuknya sisa pakan dan meningkatnya kadar amonia.
Jika telah terjadi demikian maka perlu dinetralisir dan sering diukur derajat pH nya secara berkala.
Perhatikan juga suhu air agar bertahan antara 26 sampai 28 derajat celcius. Supaya pertumbuhan bibit belut tidak terganggu karena cuaca alam yang panas, maka penyiraman lingkungan media ternak perlu pula dilakukan sebagai bentuk hujan buatan.
#4 Pemberian pakan
Pemberian pakan yang terjaga dengan baik akan mendukung pertumbuhan bibit belut lebih optimal.
Agar dapat tumbuh dengan cepat dan segera panen, maka pemberian pakan pada bibit belut akan lebih baik jika merupakan pakan segar seperti:
·       Belatung dan siput
·       Cacing tanah
·       Ikan cetol (biasanya di sawah dan parit)
·       Dan jenis anak ikan yang masih berukuran kecil lainnya.
Dalam sehari sebaiknya diberikan pakan sekali saja diwaktu sore menjelang malam karena ini adalah waktu belut sering keluar mencari buruan seperti di alam liar.
Pemberian pellet juga bisa dilakukan sebagai pakan tambahan agar dapat memicu pertumbuhan belut lebih cepat.
Namun jenis pakan tidak alami ini sebaiknya hanya sebagai selingan dan tidak diberikan setiap hari sesuai dengan takaran yang tepat yaitu maksimal 5% dari berat keseluruhan bibit belut yang dimasukkan.
#5 Masa panen belut

Waktu paling tepat memanen belut untuk bahan konsumsi adalah sampai pada usia 4 bulan.
Pada usia ini seekor belut yang tumbuh dengan normal dan sehat akan memiliki berat rata rata sampai 400 gram.
Untuk harga bibit belut rata-rata panjangnya 6-11cm dipasaran djual sekitar Rp.55.000/ kg (isi 75-110 ekor/kg) sedangkan harga jual belut komsumsi 32.000/kg isi 3-5 ekor.

Bagaimana cukup menarik bukan, selain mudah dan bisa memanfaatkan lahan yang terbatas, usaha ternak belut dengan media drum juga menjadi salah satu bentuk usaha rumahan yang sangat menjanjikan sebagai usaha sampingan.

Tahapan Ternak BELUT

 BUDIDAYA BELUT DI DRUM BAGI PEMULA


Usaha budidaya belut dengan media di dalam drum adalah salah satu cara mensiasati ketersediaan lahan ketika pemilihan kolam terpal dirasa sangat merepotkan dan harus punya lokasi yang terbuka.
Belut dibudidayakan untuk tujuan konsumsi yang mana sudah tidak asing lagi bahwa banyak masyarakat begitu menyukai aneka olahan dari hewan air yang terkenal licin ini.
Secara langsung membudidayakan belut berarti telah membuka 3 peluang usaha sekaligus yaitu:
·       Beternak belut dan pembibitan
·       Menjual belut siap konsumsi
·       Membuka usaha aneka olahan belut
Cara membudidayakan belut dengan media drum
Pada umumnya beternak belut yang seringkali dijumpai adalah dengan menggunakan media kolam terpal ataupun di sawah.
Secara mendasar cara beternak belut, cara pembibitan serta proses pemijahannya tidak berbeda antara media drum, kolam terpal maupun di kolam sawah hanya saja dari ketiganya memiliki kelebihan dan kekurang dari sektor ketersediaan lahan atau tempatnya.
Persiapan dan peralatan budidaya belut menggunakan drum
Berikut ini adalah beberapa tahap yang perlu dipersiapkan untuk memulai praktek ternak belut dan bahan bahan yang dibutuhkan.
#1 Membuat media yang cocok untuk belut
Media ini sangat berperan penting sebagai tempat tinggal dan pertumbuhan belut mulai bibit hingga siap panen agar tidak mengalami kendala sehingga diupayakan semirip mungkin dengan kondisi di alam liar.
Bahan apa saja yang harus disediakan untuk media ternak belut agar bisa tumbuh dengan bagus dan optimal adalah sebagai berikut:
  •      Tanah Lumpur kering
  •        Kompos
  •        Jerami
  •        Air bebas pencemaran
  •      Mikro organisme
  •      Pupuk TSP
  •     Tanaman eceng gondok
Jerami di letakkan pada bagian dasar drum dengan ketebalan antara 20 hingga 40 cm kemudian disiram secara merata menggunakan bibit mikroorganisme starter di atasnya.
Kompos adalah lapisan berikutnya dengan ketebalan hingga 5 cm yang kemudian di tutup dengan lumpur kering yang sebelumnya telah dicampur bersama pupuk TSP sebanyak kurang lebih 5kg sampai setebal 25 cm.
Alirkan air hingga menggenangi media keseluruhan sampai setinggi kurang lebih 20 cm di atas permukaan lapisan lumpur.
Kemudian tanaman eceng gondok bisa mulai diletakkan sebagai tempat sembunyi serta tumbuhnya mikroorganisme alami lainnya.

#2 Mempersiapkan bibit belut
Perlu diperhatikan bahwa media yang sudah dipersiapkan sebelumnya tadi agar dilakukan pengendapan hingga beberapa hari yang bertujuan agar terjadi fermentasi secara alami.
Untuk mendapatkan media yang sempurna hingga telah ditumbuhi plankton, cacing, serta jentik lainnya, maka ini merupakan pakan alami yang bisa didapatkan setelah media mengendap biasanya sampai 2 minggu.
Barulah bibit belut bisa dimasukkan dan kapasitas untuk media seukuran drum normal maka akan menampung antara 300 hingga 500 ekor bibit belut.
Belut memang memiliki sifat kanibal namun hal ini tidak akan terjadi pada belut yang masih berusia hingga 8  sampai 10 bulan dengan catatan pemberian pasokan pakan tetap terpenuhi.
#3 Perawatan rutin
Untuk perawatan yang paling penting adalah memperhatikan kualitas media nya terutama air.
Bibit belut memiliki pH 5-7, jadi selama masa pertumbuhan akan terjadi perubahan air menjadi basa didalam drum, air basa akan tampak merah kecoklatan, penyebabnya adalah akibat menumpuknya sisa pakan dan meningkatnya kadar amonia.
Jika telah terjadi demikian maka perlu dinetralisir dan sering diukur derajat pH nya secara berkala.
Perhatikan juga suhu air agar bertahan antara 26 sampai 28 derajat celcius. Supaya pertumbuhan bibit belut tidak terganggu karena cuaca alam yang panas, maka penyiraman lingkungan media ternak perlu pula dilakukan sebagai bentuk hujan buatan.
#4 Pemberian pakan
Pemberian pakan yang terjaga dengan baik akan mendukung pertumbuhan bibit belut lebih optimal.
Agar dapat tumbuh dengan cepat dan segera panen, maka pemberian pakan pada bibit belut akan lebih baik jika merupakan pakan segar seperti:
·       Belatung dan siput
·       Cacing tanah
·       Ikan cetol (biasanya di sawah dan parit)
·       Dan jenis anak ikan yang masih berukuran kecil lainnya.
Dalam sehari sebaiknya diberikan pakan sekali saja diwaktu sore menjelang malam karena ini adalah waktu belut sering keluar mencari buruan seperti di alam liar.
Pemberian pellet juga bisa dilakukan sebagai pakan tambahan agar dapat memicu pertumbuhan belut lebih cepat.
Namun jenis pakan tidak alami ini sebaiknya hanya sebagai selingan dan tidak diberikan setiap hari sesuai dengan takaran yang tepat yaitu maksimal 5% dari berat keseluruhan bibit belut yang dimasukkan.
#5 Masa panen belut
Waktu paling tepat memanen belut untuk bahan konsumsi adalah sampai pada usia 4 bulan.
Pada usia ini seekor belut yang tumbuh dengan normal dan sehat akan memiliki berat rata rata sampai 400 gram.
Untuk harga bibit belut rata-rata panjangnya 6-11cm dipasaran djual sekitar Rp.55.000/ kg (isi 75-110 ekor/kg) sedangkan harga jual belut komsumsi 32.000/kg isi 3-5 ekor.

Bagaimana cukup menarik bukan, selain mudah dan bisa memanfaatkan lahan yang terbatas, usaha ternak belut dengan media drum juga menjadi salah satu bentuk usaha rumahan yang sangat menjanjikan sebagai usaha sampingan.

KOlam LELE Sebelum Tebar BIBIT

  FERMENTASI AIR KOLAM SEBELUM TEBAR BENIH LELE



Pendahuluan Persiapan kolam dan air kolam dalam budidaya lele, yaitu sebelum kita melakukan tebar bibit adalah mutlak dilakukan. Jika kolam yang anda pakai adalah kolam yang masih baru, atau yang masih pertama kali anda gunakan, maka sebaiknya saat anda pertama kali mengisi kolam tersebut, jangan langsung memasukkan bibit.

Hal ini karena kolam yang baru masih banyak mengandung bahan-bahan berbahaya bagi keselamatan ikan, terutama untuk kolam yang menggunakan bahan dari terpal, atau dari tembok. Yang ditakutkan jika kita menggunakan kolam dari bahan terpal, maka masih ada sisa bahan kimia dalam proses pembuatannya. Atau jika kita menggunakan kolam tembok, maka masih ada sisa dari semen atau bahan bangunan lain yang digunakan untuk membangun kolam tersebut. Tetapi jika kolam tanah yang akan anda gunakan, mungkin kondisinya akan lebih aman daripada kedua jenis kolam lain yang sudah saya sebutkan sebelumnya, tetapi meskipun demikian, lebih baik jika kita tetap waspada.

Jadi setidaknya kita harus mengisi kolam sampai batas dimana kita akan mengisi air kolam nantinya. Lalu air yang ada di kolam tersebut akan kita diamkan selama beberapa hari, setelah itu kita akan buang air tersebut. Setelah proses ini selesai, sebaiknya kita mengecek kembali kondisi dari kolam tersebut, jika masih belum cukup bersih maka kita bisa mengulang proses pengisian kolam ini lagi, tetapi jika sudah bersih dan sudah tidak ada bau bahan kimia, atau bahan bangunan, maka kolam kita sudah bisa dikatakan siap pakai.

 Setelah kondisi kolam kita sudah mulai steril, maka saat itu kita siap untuk menyiapkan air untuk proses budidaya selanjutnya. Air kolam budidaya perlu kita siapkan, karena air yang masih baru saja dimasukkan ke dalam kolam tidak bisa secara langsung diisikan bibit lele. Karena jika sampai hal ini dilakukan, maka kemungkinan besar bibit yang kita masukkan tersebut akan segera mati, dan kemungkinan tingkat kematiannya akan sangat parah, dan tidak menutup kemungkinan akan sampai menghabiskan seluruh bibit lele yang ditebarkan tersebut. hal ini karena air yang digunakan oleh bibit lele di kolam asalnya adalah air yang sudah lama, dan sudah beradaptasi dengan kondisi bibit lele, jadi saat ikan lele dipindahkan ke kolam baru dengan kondisi air yang masih sangat bersih, atau air yang masih mengandung kaporit (clorin) yang tinggi, maka bibit tersebut akan kaget, sehingga membuat mereka tidak nyaman dengan kondisi kolam yang baru, karena itu maka bibit tersebut akan menjadi stress, sehingga hal itu akan memicu kematian masal dari bibit yang baru saja kita tebarkan.

Sebaiknya setelah kita selesai mengisi kolam, kita biarkan dulu air tersebut setidaknya selama seminggu atau lebih. Dalam proses menunggu tersebut kita bisa mengisi kolam dengan pupuk kandang, sehingga bisa memperkaya kandungan pakan alami ikan yang ada di dalam kolam. Selain pupuk kandang saya dulu juga pernah hanya menggunakan bekatul atau dedak, sebagai biang untuk menghasilkan pakan alami bibit lele di dalam kolam. Untuk hasilnya memang tidak sebagus pupuk kandang, tetapi setidaknya cara tersebut bisa digunakan, yaitu pada saat kita kesulitan untuk mendapatkan pupuk kandang. Biasanya kondisi kolam yang sudah terdapat banyak pakan alaminya, akan terdapat banyak jentik nyamuknya, karena jentik nyamuk juga akan memakan plankton yang ada di dalam kolam, sehingga jentik nyamuk tersebut dapat kita gunakan sebagai indikator.

Setidaknya setelah seminggu kita mengisi air kolam, maka kita bisa untuk mulai menebarkan bibit lele. Sebenarnya, jika kita menunggu sedikit lebih lama lagi, maka kondisi kolam akan semakin sempurna, tetapi yang jadi masalah biasanya jentik nyamuk yang sudah ada di dalam kolam, akan segera menjadi nyamuk, sehingga bisa membuat serangan nyamuk yang parah disekitar kolam.

Syarat hidup ikan (lele)

 Sudаh banyak informasi dаrі sana sini baik dі buku maupun dі dunia maya bаhwа kunci utama dalam beternak ikan khususnya lele аdаlаh air уаng dі gunakan ѕеbаgаі media hidup. Maka dаrі іtu ѕеbеlum kita melangkah lebih jauh mengenai pengelolaan air kita harus mengetahui syarat hidup ikan lele terlebih dahulu supaya kita dараt menentukan cara untuk memenuhi segala persyaratan minimal media hidup lele уаng meliputi ѕеbаgаі bеrіkut :

 · Ikan lele dapat hidup pada suhu 20*C dengan suhu optimal antara 25-28*C. Adapun untuk pertumbuhan larva diperlukan kisaran suhu antara 26-30*C dan untuk pemijahan 24-28*C.

· Ikan lele dapat hidup dalam perairan agak tenang dan kedalamannya cukup sekalipun kondisi airnya jelek, keruh, kotor dan miskin zat O2 (oksigen)

· Perairan tidak boleh tercemar oleh bahan kimia limbah industri, merkuri, atau mengandung kadar minyak dan bahan lainnya yang dapat mematikan ikan.

· Perairan yang banyak mengandung zat-zat yang dibutuhkan ikan dan bahan makanan alami perairan tersebut bukan perairan yang rawan banjir.

· Permukaan perairan tidak boleh tertutup rapat oleh sampah atau daundaunan hidup, seperti eceng gondok.

· mempunyai pH 6.5-9 kesadahan (derajat butiran kasar) maksimal 100 ppm dan optimal 50 ppm, turbidity (kekeruhan) bukan lumpur antara 30-60 cm, 3 kebutuhan o2 optimal pada range yang cukup lebar dari 0.3 ppm untuk yang dewasa sampai jenuh untuk burayak, dan kandungan CO2 kurang dari 12,8 mg/liter, amonium terikat 147,29-157.56 mg/liter .

 

Dari hal hal yang telah kita ketahui di atas supaya lele yang kita budidaya dapat hidup dengan baik, sehat, serta tumbuh dan memberikan hasil yang maksimal alangkah baiknya kita lakukan proses fermentasi air kolam terlebih dahulu sebelum menebar benih. Hal ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan minimal yang telah di sebutkan di atas.

 

 Keuntungan fermentasi air kolam sebelum di tebar benih

· Lele dapat hidup lebih sehat lincah dan nafsu makan tinggi.

· Tingkat kehidupan ikan lele tinggi.

· Air lebih steril dan bersih karena terjadi penguraian racun dan parasit yang merugikan.

· Lele dapat tumbuh maksimal

· Meningkatkan kekebalan tubuh lele dari serangan penyakit

· PH air dan suhu menjadi stabil karena terjadi proses fermentasi

· Air kolam tidak berbau

· Mengurai feses atau sisa makanan (pelet) sehingga dapat di makan kembali

· Kolam terlihat alami

 

Berikut adalah cara melakukan fermentasi kolam untuk media hidup Bahan:

· Kotoran Sapi, Kambing, atau Kerbau 1 kg / m2

· Probiotik Starbio F9 dengan dosis 5 ml / m2 (5 ml = 1 tutup botol)

· Air secukupnya

 

Cara :

· Isi kolam terlebih dahulu dengan menggunakan air yang akan di lakukan proses fermentasi. air yang di gunakan bebas hal ini di karenakan banyak asumsi di masyarakat bahwa menggunakan air dari sumber tertentu tidak cocok. Dengan adanya proses fermentasi inilah yang dapat membuat air menjadi baik di gunakan untuk beternak lele karena terjadi proses fermentasi yang bertujuan untuk mengurai racun serta parasit yang mengganggu dan menetralisir PH serta suhu.

· Campurkan kotoran sapi, kambing atau kerbau dan probiotik Starbio F9 sesuai dosis ke dalam wadah dan beri air secukupnya.

· Tuangkan campuran ke dalam kolam secara merata.

· Biarkan 3 - 7 hari untuk proses fermentasi

 

Tanda - tanda air kolam siap di tebar benih :

· Air terlihat gelap bening kecoklatan atau kehitaman dan kotoran mengendap di dasar kolam

· Terdapat banyak mikroorganisme yang hidup seperti jentik-jentik, kutu air (daphia), cacing darah, plankton dll sebagai makanan alami ikan.


PERSIAPAN AIR KOLAM SEBELUM TEBAR BENIH LELE

 FERMENTASI AIR KOLAM SEBELUM TEBAR BENIH LELE



Pendahuluan Persiapan kolam dan air kolam dalam budidaya lele, yaitu sebelum kita melakukan tebar bibit adalah mutlak dilakukan. Jika kolam yang anda pakai adalah kolam yang masih baru, atau yang masih pertama kali anda gunakan, maka sebaiknya saat anda pertama kali mengisi kolam tersebut, jangan langsung memasukkan bibit.

Hal ini karena kolam yang baru masih banyak mengandung bahan-bahan berbahaya bagi keselamatan ikan, terutama untuk kolam yang menggunakan bahan dari terpal, atau dari tembok. Yang ditakutkan jika kita menggunakan kolam dari bahan terpal, maka masih ada sisa bahan kimia dalam proses pembuatannya. Atau jika kita menggunakan kolam tembok, maka masih ada sisa dari semen atau bahan bangunan lain yang digunakan untuk membangun kolam tersebut. Tetapi jika kolam tanah yang akan anda gunakan, mungkin kondisinya akan lebih aman daripada kedua jenis kolam lain yang sudah saya sebutkan sebelumnya, tetapi meskipun demikian, lebih baik jika kita tetap waspada.

Jadi setidaknya kita harus mengisi kolam sampai batas dimana kita akan mengisi air kolam nantinya. Lalu air yang ada di kolam tersebut akan kita diamkan selama beberapa hari, setelah itu kita akan buang air tersebut. Setelah proses ini selesai, sebaiknya kita mengecek kembali kondisi dari kolam tersebut, jika masih belum cukup bersih maka kita bisa mengulang proses pengisian kolam ini lagi, tetapi jika sudah bersih dan sudah tidak ada bau bahan kimia, atau bahan bangunan, maka kolam kita sudah bisa dikatakan siap pakai.

 Setelah kondisi kolam kita sudah mulai steril, maka saat itu kita siap untuk menyiapkan air untuk proses budidaya selanjutnya. Air kolam budidaya perlu kita siapkan, karena air yang masih baru saja dimasukkan ke dalam kolam tidak bisa secara langsung diisikan bibit lele. Karena jika sampai hal ini dilakukan, maka kemungkinan besar bibit yang kita masukkan tersebut akan segera mati, dan kemungkinan tingkat kematiannya akan sangat parah, dan tidak menutup kemungkinan akan sampai menghabiskan seluruh bibit lele yang ditebarkan tersebut. hal ini karena air yang digunakan oleh bibit lele di kolam asalnya adalah air yang sudah lama, dan sudah beradaptasi dengan kondisi bibit lele, jadi saat ikan lele dipindahkan ke kolam baru dengan kondisi air yang masih sangat bersih, atau air yang masih mengandung kaporit (clorin) yang tinggi, maka bibit tersebut akan kaget, sehingga membuat mereka tidak nyaman dengan kondisi kolam yang baru, karena itu maka bibit tersebut akan menjadi stress, sehingga hal itu akan memicu kematian masal dari bibit yang baru saja kita tebarkan.

Sebaiknya setelah kita selesai mengisi kolam, kita biarkan dulu air tersebut setidaknya selama seminggu atau lebih. Dalam proses menunggu tersebut kita bisa mengisi kolam dengan pupuk kandang, sehingga bisa memperkaya kandungan pakan alami ikan yang ada di dalam kolam. Selain pupuk kandang saya dulu juga pernah hanya menggunakan bekatul atau dedak, sebagai biang untuk menghasilkan pakan alami bibit lele di dalam kolam. Untuk hasilnya memang tidak sebagus pupuk kandang, tetapi setidaknya cara tersebut bisa digunakan, yaitu pada saat kita kesulitan untuk mendapatkan pupuk kandang. Biasanya kondisi kolam yang sudah terdapat banyak pakan alaminya, akan terdapat banyak jentik nyamuknya, karena jentik nyamuk juga akan memakan plankton yang ada di dalam kolam, sehingga jentik nyamuk tersebut dapat kita gunakan sebagai indikator.

Setidaknya setelah seminggu kita mengisi air kolam, maka kita bisa untuk mulai menebarkan bibit lele. Sebenarnya, jika kita menunggu sedikit lebih lama lagi, maka kondisi kolam akan semakin sempurna, tetapi yang jadi masalah biasanya jentik nyamuk yang sudah ada di dalam kolam, akan segera menjadi nyamuk, sehingga bisa membuat serangan nyamuk yang parah disekitar kolam.

Syarat hidup ikan (lele)

 Sudаh banyak informasi dаrі sana sini baik dі buku maupun dі dunia maya bаhwа kunci utama dalam beternak ikan khususnya lele аdаlаh air уаng dі gunakan ѕеbаgаі media hidup. Maka dаrі іtu ѕеbеlum kita melangkah lebih jauh mengenai pengelolaan air kita harus mengetahui syarat hidup ikan lele terlebih dahulu supaya kita dараt menentukan cara untuk memenuhi segala persyaratan minimal media hidup lele уаng meliputi ѕеbаgаі bеrіkut :

 · Ikan lele dapat hidup pada suhu 20*C dengan suhu optimal antara 25-28*C. Adapun untuk pertumbuhan larva diperlukan kisaran suhu antara 26-30*C dan untuk pemijahan 24-28*C.

· Ikan lele dapat hidup dalam perairan agak tenang dan kedalamannya cukup sekalipun kondisi airnya jelek, keruh, kotor dan miskin zat O2 (oksigen)

· Perairan tidak boleh tercemar oleh bahan kimia limbah industri, merkuri, atau mengandung kadar minyak dan bahan lainnya yang dapat mematikan ikan.

· Perairan yang banyak mengandung zat-zat yang dibutuhkan ikan dan bahan makanan alami perairan tersebut bukan perairan yang rawan banjir.

· Permukaan perairan tidak boleh tertutup rapat oleh sampah atau daundaunan hidup, seperti eceng gondok.

· mempunyai pH 6.5-9 kesadahan (derajat butiran kasar) maksimal 100 ppm dan optimal 50 ppm, turbidity (kekeruhan) bukan lumpur antara 30-60 cm, 3 kebutuhan o2 optimal pada range yang cukup lebar dari 0.3 ppm untuk yang dewasa sampai jenuh untuk burayak, dan kandungan CO2 kurang dari 12,8 mg/liter, amonium terikat 147,29-157.56 mg/liter .

 

Dari hal hal yang telah kita ketahui di atas supaya lele yang kita budidaya dapat hidup dengan baik, sehat, serta tumbuh dan memberikan hasil yang maksimal alangkah baiknya kita lakukan proses fermentasi air kolam terlebih dahulu sebelum menebar benih. Hal ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan minimal yang telah di sebutkan di atas.

 

 Keuntungan fermentasi air kolam sebelum di tebar benih

· Lele dapat hidup lebih sehat lincah dan nafsu makan tinggi.

· Tingkat kehidupan ikan lele tinggi.

· Air lebih steril dan bersih karena terjadi penguraian racun dan parasit yang merugikan.

· Lele dapat tumbuh maksimal

· Meningkatkan kekebalan tubuh lele dari serangan penyakit

· PH air dan suhu menjadi stabil karena terjadi proses fermentasi

· Air kolam tidak berbau

· Mengurai feses atau sisa makanan (pelet) sehingga dapat di makan kembali

· Kolam terlihat alami

 

Berikut adalah cara melakukan fermentasi kolam untuk media hidup Bahan:

· Kotoran Sapi, Kambing, atau Kerbau 1 kg / m2

· Probiotik Starbio F9 dengan dosis 5 ml / m2 (5 ml = 1 tutup botol)

· Air secukupnya

 

Cara :

· Isi kolam terlebih dahulu dengan menggunakan air yang akan di lakukan proses fermentasi. air yang di gunakan bebas hal ini di karenakan banyak asumsi di masyarakat bahwa menggunakan air dari sumber tertentu tidak cocok. Dengan adanya proses fermentasi inilah yang dapat membuat air menjadi baik di gunakan untuk beternak lele karena terjadi proses fermentasi yang bertujuan untuk mengurai racun serta parasit yang mengganggu dan menetralisir PH serta suhu.

· Campurkan kotoran sapi, kambing atau kerbau dan probiotik Starbio F9 sesuai dosis ke dalam wadah dan beri air secukupnya.

· Tuangkan campuran ke dalam kolam secara merata.

· Biarkan 3 - 7 hari untuk proses fermentasi

 

Tanda - tanda air kolam siap di tebar benih :

· Air terlihat gelap bening kecoklatan atau kehitaman dan kotoran mengendap di dasar kolam

· Terdapat banyak mikroorganisme yang hidup seperti jentik-jentik, kutu air (daphia), cacing darah, plankton dll sebagai makanan alami ikan.


xxxcarikerjaxxx4